Harian Berita — Banyak orang berpikir bahwa kenyamanan tidur hanya ditentukan oleh kualitas kasur atau luasnya kamar. Padahal, ada faktor lain yang sering diabaikan, yakni tinggi tempat tidur. Hal ini terlihat sepele, namun ternyata berpengaruh besar terhadap kenyamanan hingga kesehatan tubuh.
Tinggi ranjang yang tepat bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan dengan postur tubuh saat tidur dan kemudahan saat naik-turun tempat tidur. Jika salah memilih, dampaknya bisa terasa pada kualitas istirahat hingga kondisi fisik sehari-hari.
Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda terkait tinggi tempat tidur. Hal ini dipengaruhi oleh usia, tinggi badan, hingga kondisi fisik.
Misalnya saja untuk anak-anak, ranjang dengan posisi lebih rendah dinilai lebih aman. Ketinggian yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan cedera saat mereka naik atau turun dari tempat tidur.
Sementara itu, orang dewasa justru membutuhkan kasur yang lebih tinggi dan tebal agar dapat menopang tubuh secara optimal. Umumnya, kasur dengan ketebalan sekitar 30–35 cm menjadi pilihan ideal.
Apabila dikombinasikan dengan rangka tempat tidur setinggi 12–20 cm, maka total tinggi ranjang yang disarankan berada di kisaran 43–55 cm.
Ukuran tersebut dinilai mampu memberikan keseimbangan antara kenyamanan, dukungan tubuh, serta kemudahan bergerak saat duduk atau berdiri.
Dampak Tinggi Ranjang terhadap Kualitas Tidur
Meskipun tidak secara langsung menentukan kualitas tidur, tinggi ranjang tetap memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan. Kombinasi antara kasur dan dipan yang tepat dapat membantu menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar.
Jika kasur terlalu tipis, tubuh cenderung tidak mendapatkan dukungan yang cukup. Akibatnya, rasa pegal mudah muncul, terutama bagi orang dengan berat badan lebih atau yang sering tidur menyamping.

Sebaliknya, kasur atau tempat tidur yang terlalu rendah dapat membuat tubuh terasa seperti “tenggelam”.
Hal ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menyulitkan saat bangun dari posisi tidur.
Di sisi lain, tempat tidur yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan masalah. Posisi duduk menjadi kurang ergonomis dan dapat memberikan tekanan tambahan pada sendi, terutama bagi orang dengan postur tubuh lebih pendek atau lansia.
Kondisi tempat tidur yang tidak ideal dalam jangka panjang juga berpotensi memicu nyeri punggung bawah. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan tubuh terasa tidak segar saat bangun.
Cara Menentukan Tinggi Tempat Tidur yang Ideal
Sebenarnya, menentukan tinggi ranjang yang tepat cukup mudah. Salah satu cara paling sederhana yakni menggunakan tinggi lutut sebagai patokan.
Cobalah duduk di kursi dengan posisi kaki membentuk sudut 90 derajat. Kemudian ukur jarak dari lantai ke bagian bawah paha. Angka tersebut bisa dijadikan acuan untuk menentukan tinggi gabungan kasur dan dipan.
Bukan hanya itu, perhatikan juga jenis kasur yang digunakan. Apabila kasur cenderung empuk, sebaiknya pilih tinggi ranjang sedikit lebih tinggi karena tubuh akan masuk ke dalam kasur. Sebaliknya, jika kasur lebih keras, tinggi ranjang sebaiknya mendekati ukuran lutut saat duduk.
Indikator lain yang mudah dikenali adalah saat duduk di tepi tempat tidur. Pastikan kaki dapat menapak rata di lantai tanpa harus berusaha keras atau menggeser posisi tubuh. Jika posisi ini terasa nyaman, kemungkinan besar tinggi ranjang sudah sesuai.
Sesuaikan dengan Kebutuhan Tubuh
Dalam memilih tinggi tempat tidur sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Tak hanya mempertimbangkan desain kamar, penting juga menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.
Dengan tinggi ranjang yang tepat, aktivitas sederhana seperti naik, duduk, hingga bangun dari tempat tidur akan terasa lebih mudah dan nyaman. Pada akhirnya, hal ini turut mendukung kualitas tidur yang lebih baik dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
